JustPaste
HomeCategoriesAboutDonateContactTerms of UsePrivacy Policy
JustPaste

Free online notepad — write and share instantly

Navigate

  • Home
  • Timeline
  • Categories

Info

  • About
  • Donate
  • Contact

Legal

  • Terms of Use
  • Privacy Policy

© 2026 JustPaste.app. All rights reserved.

Made with ♥ by JustPaste

Mahakarya Sang Cakrawala | JustPaste.app
20 days ago10 views
✍️Creative Writing

Mahakarya Sang Cakrawala

Mahakarya Sang Cakrawala; Sheya yang Paripurna.

Ada rasa yang turun tanpa titah semesta, menjelma aksara sunyi yang perlahan mengisi rongga jiwa. Kamu tidak datang sebagai badai yang mengguncang cakrawala, melainkan sebagai tirta nirwana yang meneduhkan luka-luka lama. Kamu hadir layaknya candrakirana di tengah gulita; lembut, agung, dan memeluk nestapa tanpa cela. Sejak semesta mempertemukan langkah kita dalam satu garis takdir fana, hidupku seakan berubah menjelema kidung panjang tentang bahagia.

Ada sesuatu dalam tatapanmu yang membuat ribuan luka di batinku runtuh menjadi abu, matamu menyerupai galaksi purba yang menyimpan aksara rahasia tentang waktu. Dalam diammu, aku menemukan ketenangan yang selama ini dicari jiwaku. Kamu menjadi pelabuhan terakhir bagi hati yang terlalu lama tersesat di lorong kehampaan kalbu.

Kadang aku merasa para dewa terlalu berlebihan saat menciptakanmu dari cahaya. Seolah seluruh keindahan nirwana dikumpulkan hanya untuk membentuk satu manusia sempurna. Detak jantungku berubah menjadi genta suci yang menggema ke seluruh semesta setiap kali namamu melintas dalam kepala. Bahkan malam paling kelam pun menjelma festival candramawa sejak dunia mempertemukanku dan kamu dalam satu suara.

Setiap pertemuan denganmu terasa seperti yadnya agung yang diturunkan langit kepada manusia. Sesingkat apa pun waktunya, selalu ada hangat yang menetap terlalu lama di dada. Kamu membuatku memahami bahwa cinta tidak harus lahir sebagai gemuruh yang memekakkan cakrawala. Kadang rasa paling tulus justru hadir sebagai keheningan sederhana yang mampu menyembuhkan luka terdalam manusia.

Namamu akan selalu hidup di antara doa-doa yang kutitipkan kepada semesta senja. Sebagai penanda bahwa hidup ini pernah menghadiahkanku mahakarya paling indah untuk dicinta. Kamu adalah griya yang kutemukan setelah perjalanan panjang penuh derita. Dan selama roda kala masih berputar di bawah langit jagat raya, rasa ini akan tetap tinggal dengan setia.

← Back to timeline