JustPaste
HomeCategoriesAboutDonateContactTerms of UsePrivacy Policy
JustPaste

Free online notepad — write and share instantly

Navigate

  • Home
  • Timeline
  • Categories

Info

  • About
  • Donate
  • Contact

Legal

  • Terms of Use
  • Privacy Policy

© 2026 JustPaste.app. All rights reserved.

Made with ♥ by JustPaste

KABARET - 8G | JustPaste.app
27 days ago89 views
🎬Entertainment

KABARET - 8G

OPENING

MC 1: Halo semuanya!

MC 2: Apa kabar hari ini? Semoga masih semangat ya!

MC 1: Kami dari kelas 8G…

MC 2: akan menampilkan sebuah kabaret berjudul…

MC 1 & MC 2: “DI ANTARA KITA!”

MC 1: Cerita ini mungkin terlihat sederhana…

MC 2: tentang pertemanan, candaan, rasa suka…

MC 1: dan bagaimana sebuah ucapan kecil…

MC 2: bisa mengubah seseorang tanpa kita sadari.

MC 1: Sebelum mulai, kami perkenalkan para tokohnya!

(Pemain masuk satu-satu / pose)

Nisrina sebagai Senja

Delisa sebagai Aylin

Candy sebagai Azalea

Cila sebagai Rara

Sofi sebagai Audya

Celvilia sebagai Ibu Guru

Gladis sebagai Amara

Dita sebagai Aralyn

Mey sebagai Rhea

Zalika sebagai Callista

Ibra sebagai Kael

Septian sebagai Langit

Agit sebagai Revan

Firman sebagai Ezio

Aldi sebagai Arka

Aiman sebagai Leo

Rama sebagai Rafa

Haikal sebagai Cakra

MC 2: Kalau gitu… langsung aja masuk ke ceritanya.

Selamat menonton!

🎬 SCENE 1 — KELAS

Guru: Selamat pagi, anak-anak.

Semua: Pagi, Bu!

Guru: Hari ini kita kedatangan murid baru. Silakan masuk.

(Senja masuk pelan, gugup)

Senja: Halo… perkenalkan nama aku Senja Ayu Nita. Aku pindahan dari Jakarta. Salam kenal semuanya.

Azalea: Halo Senja, sini duduk sama kita aja.

Aylin: Santai aja ya… orang sini nggak segalak mukanya kok.

(Kelas ketawa kecil)

(Senja duduk)

Rhea (bisik): Anak baru tapi pede banget ya.

Callista: Logatnya beda banget lagi.

Aralyn: Paling juga nanti sok paling spesial.

(Senja dengar sedikit tapi diam)

Langit (pelan): Halo… gue Langit.

Senja: Oh… iya, halo.

(Kael lihat sekilas dari belakang)

🎬 SCENE 2 — KANTIN

Aylin: Senja ikut kantin yuk biar nggak nyasar.

Senja: Boleh… aku juga belum hafal sekolah ini.

Azalea: Tenang, kita kasih tour gratis.

(Di kantin)

Rafa: Cepet sini! Nanti meja favorit gue diambil orang!

(Semua duduk — Senja pakai headset kecil)

(Kael lewat dan notice)

Kael: Lagi dengerin lagu?

Senja (lepas earphone): Oh… iya.

Kael: Apa?

Senja: “Kita”.

Kael: Sheila On 7?

Senja (kaget): Iya… kamu tau?

Kael: Lumayan. Jarang yang denger sekarang.

Senja: Aku suka aja… tenang.

Kael: Sama kayak orangnya berarti.

(Senja senyum kecil)

(Langit lihat dari jauh)

Rhea: Baru masuk udah dekat sama Kael.

Callista: Cepet banget cari perhatian.

Aralyn: Paham cara nyari spotlight.

Langit (kesel): Nggak semua orang kayak kalian.

(Rhea dkk diam)

🎬 SCENE 3 — MULAI DEKAT

Rara: Eh gue ngerasa Langit suka sama Senja.

Audya: Lah Kael juga keliatan.

Ezio: Wah cinta segitiga.

Leo: Seru nih kalo ribut.

(Kael dan Langit saling lihat tipis)

🎬 SCENE 4 — VALENTINE

(Hari valentine — banyak coklat)

Azalea: Rame banget hari ini.

Aylin: Aura bucin sekolah keluar semua.

(Senja pegang coklat kecil)

Senja: Aku jadi takut ngasihnya.

Aylin: Udah, santai aja.

(Senja jalan ke Kael)

Senja (gugup): Kael… ini buat kamu. Makasih ya udah baik sama aku.

Kael: Oh… buat gue?

(Semua notice)

Rara: EH EH EH!!

Revan: Wih mulai nih!

(Callista rekam)

Callista: Konten bagus nih.

(Kael malu diliatin banyak orang)

Kael (ketawa malu): Santai aja kali… jangan baper gitu. Biasa aja.

(Semua ketawa keras)

Rhea: Denger tuh!

Callista: PD banget sih.

(Senja langsung diam — ngedrop)

Langit (marah): WOI cukup!

(Suasana diem)

Senja (pelan): Aku… nggak maksud apa-apa.

Callista: Ya kali cuma makasih doang.

Rhea: Baperan banget.

Senja (nahan nangis): Aku cuma… mau jadi diri sendiri.

(Pause)

Senja: Tapi ternyata… itu salah ya di sini.

(Senja pergi)

(Langit dorong Kael)

Langit: Lo puas sekarang?!

Kael: Gue cuma bercanda!

Langit: Bercanda apaan bikin orang malu?!

(Hampir ribut — dipisah teman)

🎬 SCENE 5 — VIRAL

Aralyn: Video tadi udah nyebar.

Callista: Grup sekolah rame banget.

Aylin: Kalian keterlaluan!

Rhea: Lah cuma bercanda.

Aylin: Nggak semua hal lucu buat semua orang!

(Langit ke Kael lagi)

Langit: Lo nggak berani hargain dia… jangan deketin dari awal!

Kael: Gue nggak nyuruh dia suka sama gue!

Langit: Tapi lo bikin dia malu depan semua orang!

(Kael mulai diem — kepikiran)

🎬 SCENE 6 — TRANSISI GLOW UP

(Lampu redup, fokus ke Senja)

Senja: Dulu aku pikir… jadi diri sendiri itu cukup.

(Pause)

Senja: Tapi ternyata… dunia nggak sesederhana itu.

Senja: Kalau aku terus takut… aku bakal terus diinjak.

Senja: Mulai sekarang… aku pilih berubah.

Senja: Bukan buat mereka… tapi buat diriku sendiri.

🎬 SCENE 7 — GLOW UP MASUK

(Senja masuk lebih percaya diri)

Rafa: EH ITU SENJA?!

Leo: Beda banget!

Ezio: Auranya beda.

Langit (senyum): Dia bukan berubah… dia cuma berhenti takut.

(Kael noleh terus lihat Senja)

Rhea: Sok cantik sekarang.

Callista: Dulu biasa aja.

Senja (lewat): Setidaknya sekarang kalian sadar aku ada.

(Rhea diem)

(Kael nyamperin)

Kael: Senja… lo keren.

Senja: Makasih. Tapi aku berubah bukan buat siapapun.

(Kael terdiam)

🎬 SCENE 8 — MEMANAS

(Kael nyamperin Senja)

Kael: Senja… gue mau ngomong.

(Langit langsung datang)

Langit: Ngapain lagi lo?

Kael: Bukan urusan lo.

Langit: Jelas urusan gue kalau soal Senja.

Kael: Lo suka ya sama dia?

Langit: Kalau iya kenapa? Minimal gue nggak bikin dia malu.

Kael: Jadi sekarang lo nyalahin gue terus?

Langit: Karena emang lo salah!

(Kael dorong Langit sedikit)

Kael: Jangan sok paling ngerti dia!

Langit dorong balik.

Langit: Daripada lo yang gengsi depan tongkrongan!

(Semua heboh)

Rara: WOI WOI WOI!

Revan: Anjir beneran gelud!

(Kael dan Langit hampir pukul-pukulan, ditahan Rafa, Leo, Arka)

Senja: CUKUP!!

(Semua langsung diam. Kael dan Langit berhenti dorong-dorongan)

Senja (emosi): Aku capek jadi alasan kalian ribut terus!

(Pause — suasana tegang)

Senja: Dulu waktu aku dipermaluin…

semua ketawa.

(Semua mulai nunduk)

Senja: Dan sekarang… pas aku berubah…

kalian baru peduli?

(Kael diam, nggak bisa jawab)

Langit (pelan tapi tegas): Karena mereka baru sadar nilai lo sekarang.

(Kael noleh ke Langit)

Langit: Bedanya… gue udah ngelihat itu dari awal.

(Suasana hening)

Kael: Gue cuma salah ngomong waktu itu—

Langit langsung motong.

Langit: Salah ngomong?

Lo bikin dia nangis depan satu sekolah, Kael.

(Kael terdiam)

Langit: Orang yang beneran suka sama seseorang…

nggak bakal malu buat ngehargain dia di depan orang lain.

(“wooo” kecil dari teman-teman)

Rafa (pelan): Nusuk jir...

Senja mulai terharu.

Kael (nunduk): …gue nyesel.

Langit: Penyesalan datang belakangan pas dia udah berubah.

Pas semua orang mulai lihat dia.

(Pause)

Langit lalu menghadap Senja.

Langit: Tapi buat gue…

lo nggak pernah harus berubah buat jadi berharga.

(Senja diam, matanya berkaca-kaca)

Langit:

Dari awal lo udah cukup.

(Suasana langsung hening manis)

Rhea pelan: Senja… maaf ya.

Callista: Kita emang kelewatan.

Senja: Aku maafin kalian.

(Pause)

Senja: Tapi jangan tunggu seseorang berubah dulu…

baru kalian hargai.

(Kael mundur pelan, sadar kalah)

Langit berdiri di samping Senja.

Langit (senyum kecil): Sekarang… lo nggak sendiri lagi.

(Senja balas senyum kecil)

🎵 Musik mulai masuk perlahan.

PENUTUP SINGKAT (BIAR NYAMBUNG KE DANCE)

MC 1: Kadang luka terbesar…

MC 2: datang dari ucapan yang dianggap bercanda.

MC 1: Dan kadang…

MC 2: orang yang benar-benar peduli…

MC 1: adalah orang yang tetap bertahan…

MC 2: bahkan saat semua orang pergi.

(Semua maju)

Semua:

“Hargai seseorang sebelum penyesalan datang!”

MC 1 & MC 2:

Terima kasih!

🎵 LANJUT DANCE — “17”

← Back to timeline